Jumat, 19 Desember 2014

Melemahnya Rupiah

rabu, 17 desember 2014.


Pagi itu d pulau merah, sambil menyeduh teh hangat samar-samar ku dengarkan berita dari salah satu stasiun televisi swasta nasional. Melemahnya Rupiah. Para pengamat pergerakan ekonomi Indonesia  berkali-kali mengomentari, lebih kepada mengkritisi, perekonomian Indonesia sejak pak Jokowi memimpin Indonesia.

aku menyimak pemberitaan itu dengan seksama. sedikit memper dengan pembahasan yang aku perlukan untuk tugas hukum perikatan jaminan. Tapi, apa hanya mengkritik saja pak komentator?. harapanku, aku sendiri bisa membantu perekonomian Indonesia meskipun belum pake factoring, leasing dkk. lanjut esok lagi,  


back to wednesday, 14 januari 2015


ekonomi menjadi salah satu hal yang urgen dalam kehidupan setiap manusia. mengapa seperti itu?. karena dengan ekonomi saja tak mampu melengkapi apa yang ada dalam diri manusia seluruhnya. back again. kondisi negaraku adalah kondisiku. sebagai seseorang yang sedang menapaki jenjang pra karir dan pendidikan aku dibingungkan oleh berbagai hal dan regulasi pemerintah yang tidak hanya membingungkanku saja, tapi juga banyak orang awam lainnya. tapi toh banyak dari mereka yang tidak perduli. bukan karena tidak perduli akan keadaan negaranya, melainka menginginkan keadaan mereka membaik terlebih dahulu barulah mereka menyongsong ini bersama. termasuk aku juga. belum banyak sumbangsihku untuk negara ini. hanya beberapa kali saja mengajari anak-anak kecil di sekitar rumahku untuk membaca dan menulis, dan terus bermimpi untuk kebaikan dan masa depan negeriku. 

hampir 85% penduduk negeriku adalah pegawai. gaji bulanan mereka banyak yang tidak mampu 'memuat' kebutuhan mereka sehari-hari. tangan-tangan luar negeri telah ikut campur masalah rumah tangga negeriku. kini pun ia menghandle semuanya. sungguh aku tidak nyaman dengan keadaan ini. semoga presidenku kali ini tidak berbuat aneh aneh, melainkan berbuat yang genah untuk kami semua. 


mungkin ada baiknya terapan zakat dan pajak Islam di praktekkan di negeriku ini. layaknya pemerintahaan saat di bawah kendali Umar bin Abdul Aziz. shalawat dan salam bagimu wahai Rasulku Muhammad Saw.