Minggu, 27 Desember 2015



Tidak Hanya Sekedar Social Media


Maniak gadget. Sekarang zamannya gadget. Siapapun yang tidak membawa gadget pasti dibilang ang bisa katrok, kampungan, ndeso, atau apalah. Tapi, sisi negatif mulai terasa ketika gadget menghiasi hampir 200 juta penduduk Indonesia. Di seminar sosialisasi 4 pilar hari ini aku sengaja duduk di sebelah orang yang tidak aku kenal. Hp ku silent  lalu kumasukkan tas dan aku permisi duduk di sebelahnya. Aku memulai mini penelitian terhadap lingkungan sekitarku tentang kepekaan mereka terhadap orang asing di lingkungan mereka. Penelitian miniku kali ini hanya sekitar 2% persen saja orang yang respect terhadap orang asing.

 Internet hanyalah satu dari sepersekian bagian dari kemajuan teknologi. Ada banyak teknologi yang mampu membantu, dan ada banyak pula bagian dari kemajuan teknologi yang menyesatkan. Bukan salah teknologi memang. Tapi bagaimana si Pengguna bijak dalam memanfaatk  teknologi.

Facebook, instagram, twitter, wa, line, skype, chat wa akhowatuhaa adalah bagian dari kemajuan teknologi. Seseorang di belahan benua Asia dapat berkomunikasi dengan seseorang dari belahan benua Amerika tanpa harus banyak mengeluarkan pulsa. Saya mengalaminya. Seseorang dari benua Amerika mengajar saya di Indonesia via online melalui WA.

Akan tetapi, beberapa hari kemudian perhatian saya teralihkan oleh hal-hal baru yang menurut saya asyik. stalking. hhhhhhhh.............suka kepo apa yang dibuat orang lain. Saya tercengang tentang kreativitas mereka menggunakan social media. nah lo..... disini saya mulai kepincut stalking2 kreasi orang lain dan melalaikan orang yang mengajar saya. InI gak boleh ditiru ya kawan...!!! tapi pastinya kamu2 udah banyak yang gitu juga. hayoooo???? ngaku!!!!!

Tidak hanya komunikasi belajar online yang jadi terabaikan. Komunikasi dengan orang2 sekitar seperti tetangga, saudara, bapak, ibuk, paklek, bulek juga jadi terabaikan. Untuk ini saya sering terpukau....eh terpukul..eh...apa yak? pokoknya begitu lah. Mereka sering merasa kalau saya mengabaikan mereka gara-gara HP. Jadinya dimulai dari dua hari yang lalu saya sering matiin Hp biar mereka gak baper. Biar cinta saya ke mereka meluap2 lagi. Biar saya bisa mengajari anak2 kecil di kampung lagi, dll. Tapi memang benar sih, dua hari nggak bisa dibilang punya cinta yang cukup kalau ujung2nya balik ke Hp lagi. 

Nih tulisan gak bakal ada ujungnya kalau gak ane akhirin. Intinya, 
                                     المحافظة على القديم الصالح و الاخذ بالجديد الاصلح

Sudah tahu semua kan apa artinya??? yak, artinya: barang lama yang masih bagus dijagain, tapi kalau ada barang baru yang lebih bermanfaat, kenapa nggak?. intinya kek gitu.


udahan yak, 
Marisa, Sidoarjo 28122015

Rabu, 14 Oktober 2015

Wujudkan Mimpi

Setiap perjalanan kehidupan seseorang pasti tak luput dari orang lain disekelilingnya. Begitu pula kisah ini.
Sebut saja Dea, seorang anak hyper active yang selalu ingin mewujudkan apa yang menggelora dalam jiwanya. Sering ia melakukan segala sesuatu sendiri. Berhasil atau tidak, dia sendiri yang menanggungnya sendirian. Senang, susah dan berbagai perasaannya tak dapat dideskripsikan dengan baik karena ia tak mampu menyalurkannya dengan cara yang sistematis. Abstrak.
Berkali-kali bersosialisasi ia selalu merasa gagal karena ia tak mendapatkan respon positif dari teman2nya. Hingga suatu hari ia memutuskan untuk fokus mengejar mimpinya sendiri, menjadi pemeran utama dalam setiap kehidupannya. Orang lain hanya figuran, karena ia takkan benar2 mendukung segala ide atau apapun yang dia impikan dan apa yang ingin ia wujudkan.

Beberapa mimpi dan ambisi kecilnya tercapai. Selangkah demi selangkah ia bangkit dari perasaannya menggantungkan diri pada orang lain. Ia ingin agar orang lainlah yang membutuhkannya. Karena ia yakin pasti akan ada hasil yang luar biasa besar ketika ia berfokus dan berniat untuk mewujudkan.
Cayoo Dea. Selamat Berjuang!

Sabtu, 26 September 2015

City Tour

City Tour
Satnight in Jombang (260915)

Sabtu malam selepas isya' adik sepupu saya yang masih kelas 1 MI mengajak saya jalan2 di area polres.
Awalnya saya tidak mau karena trauma ketemu sama yang namanya 'polisi'. Tapi si kecil terus memaksa saya. Okelah. Dengan malas saya mengayuh sepeda ke tempat car free night. Benar saja, polisi 'bertebaran' di jalan raya. Ada panggung pagelaran wayang, ludrukan yang dibawakan presenter berbaju polisi (sepertinya presenternya jtv, medok buanget :) ) serta band2 lokal dari anak2 SMA setempat.
Menangkis anggapan saya tentang polisi secara global, para polisi dari polres di belakang rumah nenek saya ini ramah2. Menyebar dari ujung ke ujung menyapa warga dan pengunjung car free night kali ini.
Huft...trauma saya untuk sementara malam itu sedikit hilang.

Bersambung.....
Visit Jombang

Selasa, 18 Agustus 2015

Perbedaan

Apa yang sedang saya pikirkan?
Saya sedang memikirkan perbandingan keaktifan saya di Bahrul Ulum, Kampus tempat saya menuntut ilmu sekarang dan lingkungan yang saya tempati saat ini (mungkin lain kali bakalan pindah, :)) .

Di Bahrul Ulum, tepatnya di Al Mardliyah, meski termasuk salah satu pesantren dengan aturan yang cukup ketat saya tergolong santri yang aktif dalam berorganisasi, baik di luar maupun di dalam pesantren. Saya selalu lolos untuk mengikuti kegiatan apapun dan mendapat restu Bu Nyai. Karena memang saya tidak pernah melanggar peraturan apapun.

Teman2, bahkan kakak2 tetua di pesantren pun tahu akan mobilitas saya yang cukup tinggi (meski 'suara' saya tidak pernah mendominasi). Yang saya rasakan saat berada dalam sebuah organisasi di pesantren adalah komitmen serta bentuk kerja keras yang tidak pernah main-main. Yang tua selalu membimbing yang muda untuk terus berproses dalam suatu organisasi, karena mereka (yang muda) mulai di kader menjadi pemimpin-pemimpin yang bertanggungjawab nantinya. Manisnya pengkaderan di pesantren. Beruntung saya pernah merasakannya.
Dalam 3 organisasi, saya bekerjasama dengan teman-teman sebaya saya. Dan semuanya sama. Sama2 bekerja dengan komitmen. Jujur dan saling membantu satu sama lain (terutama anggota baru).

Kampus.
Saat ini saya tengah menjalani semester 5 di salah satu kampus jujukan santri Bahrul Ulum di Surabaya. Ketidaktertarikan saya berorganisasi di kampus dikarenakan sebuah organisasi yang merasa besar berbuat semena2 saat orientasi mahasiswa baru. Sejak saat itu pula saya mempunyai sakit asma. Setahun setelah orientasi saya mendapat sedikit saran dari kakak saya, "meskipun kamu anti dengan organisasi di kampus, setidaknya ikutilah salah satu untuk mengetahui bagaimana cara mereka memainkan birokrasi". Nilai adaptasi saya di kampus terbilang lumayan. Beberapa kawan mengajak saya menjadi panitia acara ini dan itu. Organisasi a-z. Tapi saya tidak mendapatkan ruh dari organisasi maupun event tsb.
Berawal dari bisikan kakak saya tadi, kini saya tahu bagaimana mahasiswa2 di sekitar saya (yang tidak jujur) memainkan birokrasi.
Hm........

#kampungku.
Disini sedikit lebih baik. Karena tak ada unsur2 apapun yang buruk yang saya dapatkan disini.
Pak Rt kami sekarang adalah seorang tentara yang sangat supel dan ramah. Bahkan beliau mencoba mencari terobosan baru dalam pembagian hadiah gerak jalan agustusan di rt kami, agar semua warga yang dinaunginya mendapatkan hadiah. Minimal per KK.
Namun, koordinasi antara remaja satu dan yang lainnya sedikit kurang disini.

Note: Ruh dari organisasi adalah komitmen dan kejujuran serta kepercayaan. Jika kau tidak mendapatkannya dalam sebuah organisasi, hal itu layaknya sayur asam tanpa gula dan garam (try it!).

Minggu, 07 Juni 2015



life is simple. if u make choices, don't look back

pernah menyesal mengambil keputusan untuk masa depan?. sama. saya juga pernah.
akan tetapi lambat laun saya sadari, bahwa jika saya tidak membuat sebuah keputusan, maka saya akan terus menjadi seseornag yang akan semakin buruk dan sombong. 

hidup itu pilihan.

ya, itu memang benar. jika kau tak memilih untuk menatap masa depan, maka kau akan terkungkung dalam gelap dan kelamnya masa lalu. how lucky me. until this time i can write and share my experience. personal experience. 

saya memutuskan keluar dari asrama. saya merasa puas dengan apa yang saya peroleh saat itu. dan mengatakan dalam hati bahwa saat itu juga, setelah saya keluar dari asrama, saya akan bisa menaklukkan dunia. kerdil sekali pemikiran saya saat itu. hanya bagian kecil saja yang pernah saya jumpai di dunia ini. 

ketika dunia yang sebenarnya menantang saya dengan membusungkan dadanya, saya mengalami cuture shock. entah apalah itu namanya. sedikit demi sedikit, seiring berjalannya waktu saya mulai terbanting dengan kenyataan yang ada. bahwa saya bukan siapa-siapa. tak ada satu skillpun yang saya miliki. 

dan akhirnya saya mulai mencari. apapun itu untuk mengkorelasikan dengan apa yang telah saya pelajari sebelumnya. semakin dilema. namun seseorang dibelakang saya selalu membentengi punggung saya. ia melarang saya untuk pantang menyerah dan harus menghadapinya. hadapi. hadapi. hadapi. 

saat ini saya masih mencari puzzle2 ilmu yang berserakan karena bom atom waktu yang telah saya ciptakan sendiri. 

sebuah film tak hanya menyuguhkan gambar. namun, pastinya seluruh manusia tahu apa hal penting yang terdapat dalam sebuah drama fiksi maupun non fiksi. AMANAT CERITA.

malam ini, sambil sekolah online saya mengambil kutipan percakapan antara Han dan Sean. menampar saya dengan apa yang tidak pernah saya dapatkan di sekolah manapun. saya masih miskin. maukah anda membantu saya agar saya kaya? karena kaya tak hanya dari segi harta.