udahan yak,
Minggu, 27 Desember 2015
udahan yak,
Rabu, 14 Oktober 2015
Wujudkan Mimpi
Setiap perjalanan kehidupan seseorang pasti tak luput dari orang lain disekelilingnya. Begitu pula kisah ini.
Sebut saja Dea, seorang anak hyper active yang selalu ingin mewujudkan apa yang menggelora dalam jiwanya. Sering ia melakukan segala sesuatu sendiri. Berhasil atau tidak, dia sendiri yang menanggungnya sendirian. Senang, susah dan berbagai perasaannya tak dapat dideskripsikan dengan baik karena ia tak mampu menyalurkannya dengan cara yang sistematis. Abstrak.
Berkali-kali bersosialisasi ia selalu merasa gagal karena ia tak mendapatkan respon positif dari teman2nya. Hingga suatu hari ia memutuskan untuk fokus mengejar mimpinya sendiri, menjadi pemeran utama dalam setiap kehidupannya. Orang lain hanya figuran, karena ia takkan benar2 mendukung segala ide atau apapun yang dia impikan dan apa yang ingin ia wujudkan.
Beberapa mimpi dan ambisi kecilnya tercapai. Selangkah demi selangkah ia bangkit dari perasaannya menggantungkan diri pada orang lain. Ia ingin agar orang lainlah yang membutuhkannya. Karena ia yakin pasti akan ada hasil yang luar biasa besar ketika ia berfokus dan berniat untuk mewujudkan.
Cayoo Dea. Selamat Berjuang!
Sabtu, 26 September 2015
City Tour
City Tour
Satnight in Jombang (260915)
Sabtu malam selepas isya' adik sepupu saya yang masih kelas 1 MI mengajak saya jalan2 di area polres.
Awalnya saya tidak mau karena trauma ketemu sama yang namanya 'polisi'. Tapi si kecil terus memaksa saya. Okelah. Dengan malas saya mengayuh sepeda ke tempat car free night. Benar saja, polisi 'bertebaran' di jalan raya. Ada panggung pagelaran wayang, ludrukan yang dibawakan presenter berbaju polisi (sepertinya presenternya jtv, medok buanget :) ) serta band2 lokal dari anak2 SMA setempat.
Menangkis anggapan saya tentang polisi secara global, para polisi dari polres di belakang rumah nenek saya ini ramah2. Menyebar dari ujung ke ujung menyapa warga dan pengunjung car free night kali ini.
Huft...trauma saya untuk sementara malam itu sedikit hilang.
Bersambung.....
Visit Jombang
Selasa, 18 Agustus 2015
Perbedaan
Apa yang sedang saya pikirkan?
Saya sedang memikirkan perbandingan keaktifan saya di Bahrul Ulum, Kampus tempat saya menuntut ilmu sekarang dan lingkungan yang saya tempati saat ini (mungkin lain kali bakalan pindah, :)) .
Di Bahrul Ulum, tepatnya di Al Mardliyah, meski termasuk salah satu pesantren dengan aturan yang cukup ketat saya tergolong santri yang aktif dalam berorganisasi, baik di luar maupun di dalam pesantren. Saya selalu lolos untuk mengikuti kegiatan apapun dan mendapat restu Bu Nyai. Karena memang saya tidak pernah melanggar peraturan apapun.
Teman2, bahkan kakak2 tetua di pesantren pun tahu akan mobilitas saya yang cukup tinggi (meski 'suara' saya tidak pernah mendominasi). Yang saya rasakan saat berada dalam sebuah organisasi di pesantren adalah komitmen serta bentuk kerja keras yang tidak pernah main-main. Yang tua selalu membimbing yang muda untuk terus berproses dalam suatu organisasi, karena mereka (yang muda) mulai di kader menjadi pemimpin-pemimpin yang bertanggungjawab nantinya. Manisnya pengkaderan di pesantren. Beruntung saya pernah merasakannya.
Dalam 3 organisasi, saya bekerjasama dengan teman-teman sebaya saya. Dan semuanya sama. Sama2 bekerja dengan komitmen. Jujur dan saling membantu satu sama lain (terutama anggota baru).
Kampus.
Saat ini saya tengah menjalani semester 5 di salah satu kampus jujukan santri Bahrul Ulum di Surabaya. Ketidaktertarikan saya berorganisasi di kampus dikarenakan sebuah organisasi yang merasa besar berbuat semena2 saat orientasi mahasiswa baru. Sejak saat itu pula saya mempunyai sakit asma. Setahun setelah orientasi saya mendapat sedikit saran dari kakak saya, "meskipun kamu anti dengan organisasi di kampus, setidaknya ikutilah salah satu untuk mengetahui bagaimana cara mereka memainkan birokrasi". Nilai adaptasi saya di kampus terbilang lumayan. Beberapa kawan mengajak saya menjadi panitia acara ini dan itu. Organisasi a-z. Tapi saya tidak mendapatkan ruh dari organisasi maupun event tsb.
Berawal dari bisikan kakak saya tadi, kini saya tahu bagaimana mahasiswa2 di sekitar saya (yang tidak jujur) memainkan birokrasi.
Hm........
#kampungku.
Disini sedikit lebih baik. Karena tak ada unsur2 apapun yang buruk yang saya dapatkan disini.
Pak Rt kami sekarang adalah seorang tentara yang sangat supel dan ramah. Bahkan beliau mencoba mencari terobosan baru dalam pembagian hadiah gerak jalan agustusan di rt kami, agar semua warga yang dinaunginya mendapatkan hadiah. Minimal per KK.
Namun, koordinasi antara remaja satu dan yang lainnya sedikit kurang disini.
Note: Ruh dari organisasi adalah komitmen dan kejujuran serta kepercayaan. Jika kau tidak mendapatkannya dalam sebuah organisasi, hal itu layaknya sayur asam tanpa gula dan garam (try it!).