Apa yang sedang saya pikirkan?
Saya sedang memikirkan perbandingan keaktifan saya di Bahrul Ulum, Kampus tempat saya menuntut ilmu sekarang dan lingkungan yang saya tempati saat ini (mungkin lain kali bakalan pindah, :)) .
Di Bahrul Ulum, tepatnya di Al Mardliyah, meski termasuk salah satu pesantren dengan aturan yang cukup ketat saya tergolong santri yang aktif dalam berorganisasi, baik di luar maupun di dalam pesantren. Saya selalu lolos untuk mengikuti kegiatan apapun dan mendapat restu Bu Nyai. Karena memang saya tidak pernah melanggar peraturan apapun.
Teman2, bahkan kakak2 tetua di pesantren pun tahu akan mobilitas saya yang cukup tinggi (meski 'suara' saya tidak pernah mendominasi). Yang saya rasakan saat berada dalam sebuah organisasi di pesantren adalah komitmen serta bentuk kerja keras yang tidak pernah main-main. Yang tua selalu membimbing yang muda untuk terus berproses dalam suatu organisasi, karena mereka (yang muda) mulai di kader menjadi pemimpin-pemimpin yang bertanggungjawab nantinya. Manisnya pengkaderan di pesantren. Beruntung saya pernah merasakannya.
Dalam 3 organisasi, saya bekerjasama dengan teman-teman sebaya saya. Dan semuanya sama. Sama2 bekerja dengan komitmen. Jujur dan saling membantu satu sama lain (terutama anggota baru).
Kampus.
Saat ini saya tengah menjalani semester 5 di salah satu kampus jujukan santri Bahrul Ulum di Surabaya. Ketidaktertarikan saya berorganisasi di kampus dikarenakan sebuah organisasi yang merasa besar berbuat semena2 saat orientasi mahasiswa baru. Sejak saat itu pula saya mempunyai sakit asma. Setahun setelah orientasi saya mendapat sedikit saran dari kakak saya, "meskipun kamu anti dengan organisasi di kampus, setidaknya ikutilah salah satu untuk mengetahui bagaimana cara mereka memainkan birokrasi". Nilai adaptasi saya di kampus terbilang lumayan. Beberapa kawan mengajak saya menjadi panitia acara ini dan itu. Organisasi a-z. Tapi saya tidak mendapatkan ruh dari organisasi maupun event tsb.
Berawal dari bisikan kakak saya tadi, kini saya tahu bagaimana mahasiswa2 di sekitar saya (yang tidak jujur) memainkan birokrasi.
Hm........
#kampungku.
Disini sedikit lebih baik. Karena tak ada unsur2 apapun yang buruk yang saya dapatkan disini.
Pak Rt kami sekarang adalah seorang tentara yang sangat supel dan ramah. Bahkan beliau mencoba mencari terobosan baru dalam pembagian hadiah gerak jalan agustusan di rt kami, agar semua warga yang dinaunginya mendapatkan hadiah. Minimal per KK.
Namun, koordinasi antara remaja satu dan yang lainnya sedikit kurang disini.
Note: Ruh dari organisasi adalah komitmen dan kejujuran serta kepercayaan. Jika kau tidak mendapatkannya dalam sebuah organisasi, hal itu layaknya sayur asam tanpa gula dan garam (try it!).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar