Selasa, 05 September 2017

Perasaan/ feeling


Pernah nggak sih ketika kamu melakukan perjalanan -entah sama siapapun- perasaanmu tiba2 nggak enak?. apalagi yang perempuan nih yang biasanya kayak gini. Ini ceritaku tadi pagi tentang feeling.

Tadi pagi aku pergi ke kampus. rutinitasku yang mulai membosankan karena aku tak lagi banyak bertemu dengan teman2ku. rasa2nya kemacetan di sidoarjo-surabaya udah kayak jakarta part 2 deh. ramenya kebangetan. aku bersyukur tiap hari ditemenin sama motor beat aku yang udah 4 tahun ini nemenin ngampus terus. gak pernah sekalipun mogok. 

rute macet dari arah sidoarjo selatan dimulai dari gedangan-aloha-waru-bunderan sidoarjo surabaya- bundaran dolog. udah nebak kampusku dimana?. puncak dari feelingku tadi pagi nih saat di bundaran dolog. lampu lalin dari arah bundaran dolog tiba-tiba berubah jadi merah karena sirine palang kereta api udah meraung-raung. akhirnya aku berhenti. aku lihat tanda sepeda yang nunjukin bensin itu, tinggal satu strip. aku berfikir untuk mematikan nyala motorku sambil nungguin kereta lewat, tapi disisi lain hatiku berkata " jangan dimatikan motornya, gimana kalau tiba2 macet di tengah2?", tapi aku eman banget sama bensinku. akhirnya mesin motor ku matikan dan menunggu kereta lewat. tiba kereta lewat, aku menyalakan kembali motorku. dan......... beneran, motorku mogok ditengah jalan saat lampu udah berwarna ijo. gimana gak panik? di jam2 sibuk, kendaraan penuh, macet, motorku mogok ditengah2 kendaraan lain yang pada ngebut. akhirnya, karena kendaraan pada jalan merayap semua aku tetap menaiki motorku dan mendorongnya dengan kedua kakiku. pufft. capek ....ngos2 an. 


hikmahnya: jangan sering2 nyepelehin feeling kamu yang melintas di hati walau sekejap saja. itu tandanya alarm sebelum kamu melakukan sesuatu. antara percaya dan gak percaya feeling sih 50:50 lah ya. karena kalau feeling nya kejadian, bakalan nyesel deh. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar