about thik
Selasa, 05 September 2017
Minggu, 23 Oktober 2016
-Size (dibentangkan) : Panjang : 35cm x Lebar depan 9cm belakang 12cm
-Spek : daya tampung 120-130cc
-Setiap pack berisi 6lembar ( harga 140k )
-Size (dibentangkan): Panjang:30cm X Lebar:20cm
-Spek : daya tampung 110 cc cairan
-Setiap pack berisi 6 lembar ( harga 120k)
-Size (dibentangkan): Panjang:27cm X Lebar:17cm
-Spek : daya tampung 90 cc cairan
-Setiap pack berisi 6 lmbr ( harga 110k )
-Size (dibentangkan): Panjang:18cm X Lebar:18cm
-Spek : daya tampung 10cc cairan
-Setiap pack berisi 10 lembar ( harga 100k )
SMS : 085785996347BBM : 5CC73931
2. Mempunyai daya serap tinggi karena lapisan dalam terbuat dari bahan handuk berkualitas.
3. Tidak mudah bocor saat dipakai karna dilapisi dengan bahan khusus anti bocor.
4. Ramah lingkungan karena dapat dicuci ulang dan tidak meninggalkan limbah.
5. Lebih sehat karena terbuat murni tanpa tambahan bahan kimia, terbuat dari kain standar pabrik yang tidak luntur.
6. Dikemas menggunakan tas sehingga dapat dibawa saat bepergian dan digunakan untuk menyimpan setelah cuci.
SMS : 085785996347BBM : 5CC73931
Rabu, 06 Januari 2016
First experience
Pagi ini adalah pagi yang sedikit menegangkan bagiku. Karena hari ini adalah hari dimana amplop pertamaku melamar magang di beberapa instansi yang aku tuju. Meski doa telah ku rapal dari kemarin, tetap saja ada perasaan nervous dalam diriku. Diterima gak ya?.
Ah, diterima gak diterima yang penting usaha dulu. Setidaknya aku sudah berusaha agar liburan dua bulanku semester ini aku gak cuma kongkow2 di rumah jadi anak malas.
Sejenak aku berhenti di tepi jalan alun2 sidoarjo dekat lapangan voli. Harum tanah dan pepohonan yang bercinta membuat pikiranku sejenak tenang. Ah, wanginya. Andai saja aroma ini selalu mengiringi perjalananku.
Semoga first experience ku kali ini seharum tanah dan pepohonan ini. Menenangkanku nantinya. Amin
Bismillah.
Sidoarjo, 7 Januari 2016
Marisa
Selasa, 05 Januari 2016
Maticgiclove
Hampir 90% orang2 yang berada di sekitarku membenci matematika. Matematika itu jengkelin bin jengkol. Ternyata virus turun temurun sejak zaman mbah kakek nenek buyut ini juga mampir dalam hatiku. Bagaimana tidak?!. Waktu kelas 6 sd aku berusaha mati2an menghitung tugas matematika dari pak guruku yang super duper killer, ku kerjakan sesuai rumus yang beliau tulis dan jelaskan di papan. Tapi tetap saja nilaiku tak berubah. Aku sering dapat telur, mungkin karena aku doyan makan telur kali ya. Sejak saat itu aku mulai versus sama yang namanya matematika. Aku gak bakalan berusaha mati2an lagi buat mengerjakan matematika, TITIK!.
Matematika ikut andil dalam turunnya peringkatku waktu itu. Dasar jengkelin bin jengkol.
Selain jadi haters buat matematika, aku juga jadi benci sama turunannya matematika. Kecuali menghitung uang (xixixixixixi :c normal kali, semua orang mata duitan).
Tapi, entah kesambet apa aku waktu itu. Padahal aku sudah berjanji pada diri sendiri u/ tidak jatuh ke lubang yang sama u/ kedua kalinya, jatuh cinta sama matematika.
Masa2 MMA adalah masa2 terhebatku. Masa2 penuh perjuangan. Dan akhirnya aku terpaksa jatuh cinta kepada matematika. Puft.....
Bosan?
Enggak. Entah kenapa jatuh cinta keduaku kepada matematika tidak se-membosankan dulu. Entah kenapa kali ini aku kembali
berjuang u/ memenangkan hatinya agar dia mau berpihak kepadaku. Ku pupuk kecintaanku pada matematika setiap hari. Kok bisa? Ya bisa lah, lah aku tiap hari tidur sama dia, dimana2 aku selalu latihan agar perjuangan terakhirku di MMA nggak sia2.
Karena setiap hari kemana2 barengan terus, akhirnya cintaku kali ini ke matematika agak langgeng. Meski kadang2 aku kesulitan u/ mengerti jalan pikirannya.
Di tahun ketiga setelah lulus dari MMA, kini aku kembali intens dengan matematika. Perlahan aku menghitung angka demi angka dengan anak didikku. Aku kembali menyadari, bahwa kini aku mulai jatuh cinta lagi kepada matematika.
Matematika itu hidup. Ya, ia hidup. Dia adalah sesuatu yang diam tapi penuh emosi dan sedang mencari seseorang yang sabar dan penuh teliti untuk menapaki jejak bersamanya. Duh matematika, romantis sekali kau ini.
Apakah setelah tiga kali jatuh cinta dengan matematika aku akan memutuskan u/ tinggal bersamanya? Haruskah kami saling melengkapi u/ kebahagiaan seseorang, atau bahkan banyak orang di luar sana?.
Ish, gak usah serius2 gitu deh bacanya.
Sidoarjo, 6 Januari 2016
Marisa
Senin, 04 Januari 2016
Pidato yang baik.
Pernah berpidato/ nge-mc di depan banyak orang tapi masih grogi? Sama, saya juga seperti gitu. Pas tahun baruan kemarin saya ditodong sama tetangga u/ nge-mc. Saya gelagapan karena memang tidak terbiasa membawakan acara.
Nge-mc atau pidato sih sebenarnya banyak persamaannya, bedanya menurut saya adalah kalau mc tuh seringkali acara non formal dan pidato acara formal. Tapi intinya keduanya berhadapan dengan banyak audiens yang membuat keringat nggak betah lama2 di dalam tubuh yang membuat kita semakin nervous.
Kalau saya dan anda masih sama2 nervous kalau dihadapan banyak audiens, saya mau bagi2 info dari hasil belajar saya. Ya, saya masih terus belajar biar nggak kaku kalau tiba2 di suruh nge-mc lagi. :D
Nih tipsnya (lebih ke teks pidato sih):
1. Posisi berdiri harus baik dan tegap. Nanti kalau gak gitu kita dikira cuma check sound aja.
2. Pelafalan, intonasi dan kecepatan bicara harus pas. Pasti pas.
Yang cadel gak usah minder, saya cadel kok, tapi ya tak cuekin aja. Pokoknya do the best by your self.
3. Gestur tubuh harus disesuaikan.
Tahu maksudnya kan? (Bagi yang belum tahu, gestur itu bahasa tubuh).
4. Edarkan pandangan ke seluruh audiens. Jangan hanya terfokus pada satu arah saja. Kita tidak akan bisa mempengaruhi orang lain kalau kita tidak pandai2 'mengkomunikasikan mata' kita.
5. Penyampaian argumen/ pidato harus singkat, padat dan jelas.
6. Sesuaikan isi pidato.
Sama halnya kalau kita berbicara sehari-hari. Kita harus menyesuaikan dengan siapa kita berbicara. Kalau dengan anak2 bahasannya apa, kalau dengan pengusaha yang dibahas apa, kalau sama tentara yang dibahas apa. Seperti itu.
7. Apa yang dipidatokan/ dibicarakan harus persuasif.
Karakter pembicara biasanya mempengaruhi audiens juga. Kalau pembicara cenderung kaku, maka audiens akan merasa malas mendengarkan. Berbeda jika pembicara komunikatif, maka audiens akan terhanyut dalam pidato.
8. Isi pidato yang mendukung pernyataan harus tepat dan logis.
Pidato kan memang harus logis ya? Jangan membawa khayalan dalam pidato anda. :)
Dari ke 8 poin yang saya tuliskan memang sudah dimiliki beberapa orang di dunia ini. Sekarang, saya pun masih bertahap. Hap hap hap. Mencoba itu gak ada salahnya. Karena mencoba adalah bagian dari proses menuju kesempurnaan. Meskipun kita semua gak akan bisa sempurna.
Selamat
Mencoba kawan2.
Sidoarjo, 5 Januari 2016
Marisa
Bahagia
Bahagia itu tak terukur dengan angka maupun huruf.
Hari ini adalah jadwal pertamaku mengajar privat di semester kedua anak didikku. Sudah hampir dua tahun ini aku mengajarinya.
Aku bertemu galih di semester kedua kuliahku. Aku dipertemukan oleh orang lain yang memintaku untuk mengajar galih.
Hari pertama aku mengajar galih, ibunya mengatakan padaku bahwa dia adalah anak yang 'lambat'. Responku waktu itu biasa saja mendengar kata 'lambat'. Ya, galih lambat dalam mengerti, memahami, dan apapun tentang pelajaran sekolahnya ia tidak cepat tanggal. Kecuali fiqh.
Seminggu dua minggu aku mengajarinya dengan intonasi suara yang rendah. Tapi lama kelamaan aku tidak sabar mengajarinya. Karena, hampir tak satupun kata2 yang ku ucapkan didengar olehnya.
Aku harus mengubah cara mengajarku. Waktuku tidak banyak. Hanya 2 tahun. Aku harus merubahnya walau sedikit. Sedikit saja.
Alhamdulillah. Akhirnya dengan metode mengajarku yang baru aku bisa sedikit merubah galih. Kini dia sedikit hafal perkalian, meski harus di paksa2, sudah gak ngompol lagi, cara berpikirnya juga sedikit agak cepat.
Malam ini adalah malam pertamaku mengajarnya di semester 2. Saat aku datang ke rumahnya, ayahnya berbicara kepadaku tentang tahap kemajuan nya kali ini. Beliau mengatakan agar aku memberi galih masukan2 lagi. Kiranya, galih ini perlu sedikit ditegasi kalau dalam belajar.
Dari yang semula ia selalu mendapatkan urutan ke 35 di kelasnya, kini ia berada di urutan ke 27. Aku bangga padamu galih. Semoga dengan berlalunya waktu nanti, kamu bisa membanggakan kedua orang tuamu.
Sidoarjo, 4 Januari 2016
Minggu, 27 Desember 2015
udahan yak,